SPATIAL AUTOREGRESSIVE QUANTILE REGRESSION PADA KASUS TUBERKULOSIS DI KOTA BANDUNG

Authors

  • Hasrat Ifolala Zebua

DOI:

https://doi.org/10.4590/jarsic.v2i2.24

Keywords:

tuberkulosis, SAR, kuantil, SAR-QR

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah penyebaran kasus tuberkulosis yang tinggi di Jawa Barat selain Kota Bogor. Salah satu model spatial yang dapat digunakan adalah model Spatial Autoregresivve (SAR). Model SAR merupakan model regresi dimana terdapat dependensi spasial pada variabel respon, namun faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi kasus tuberkulosis mungkin saja memiliki pengaruh yang berbeda pada wilayah dengan risiko penularan yang tinggi dibandingkan dengan wilayah dengan risiko penularan yang rendah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan kombinasi antara SAR dan Quantile Regression (QR) untuk memodelkan angka kasus tuberkulosis di Kota Bandung. Estimasi parameter model SAR-QR menggunakan quantile objective function dengan instrumental variable quantile regression (IVQR). Asumsi regresi klasik seluruhnya terpenuhi dan nilai dari Indeks Moran signifikan yang berarti terdapat autokorelasi spasial positif. Hasil Uji LM menunjukkan terdapat ketergantungan spasial lag namun tidak terdapapat ketergantungan spasial error sehingga penggunaan model SAR lebih tepat dibandingkan model lain. Hasil estimasi model SAR-QR menunjukkan menunjukkan hasil yang berbeda pada kuantil yang berbeda. Pada kuantil 0,1 dan 0,5 variabel rumah sehat signifikan mempengaruhi dan pada kuantil 0,75 kepadan penduduk yang signifikan mempengaruhi sementara pada kuantil 0,25 dan 0,9 tidak ada variabel yang mempengaruhi kasus tuberkulosis di Kota Bandung.

References

Andriyana, Y. (2015). P-Splines Quantile Regression in Varying Coefficient Models. Disertasi.

Anselin, L. (1988). Methods and Models. Spasial Econometrics. . London: Kluwer Academic Publisher.

Bandung, D. (2022). Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2021. Bandung: Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Djara, V. A., & Jaya, I. G. (2021). The spatial econometrics of stunting toddlers in Nusa Tenggara Timur Province 2019. Communications in Mathematical Biology and Neuroscience. doi:https://doi.org/10.28919/cmbn/6584

Fahreza, E. U., Waluyo, H., & Novitasari, A. (2012). Hubungan antara Kualitas Fisik Rumah dan Kejadian Tuberkulosis Paru dengan Basil Tahan Asam positif di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Semarabf. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, 1(1).

Jabar, D. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Bandung: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Jaya, I. G., & Andriyana, Y. (2020). Analisis Data Spasial Perspektif Bayesian. Sumedang: Alqaprint Jatinangor.

Koenker, R., & Basset, J. (1978). Regression Quantile. Econometrica, 46(1), 33-50.

RI, K. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Su, L., & Yang, Z. (2007). Instrumental Variable Quantile Estimation of Spatial . Singapore: Singapore Management University, School of Economics.

Suryani, F. T., & Ibad, M. (2022). Analisis Faktor Kepadatan Penduduk, Cakupan Rumah Sehat, dan Sanitasi Rumah Tangga terhadap Kejadian Tuberkulosis Tahun 2018. Jurnal Sosial dan Sains, 2(10), 2774-700X.

Tobler, W. (1970). A Computer Movie Simulating Urban Growth in The Detroit. 46, 236-240.

WHO. (2022). Global Tuberkulosis Report 2022. Geneva: World Health Organization.

Widyanto, F. C., & Triwibowo, C. (2013). Trend Disease. Jakarta: Trans Info Media.

Zebua, H. I., & Jaya, I. G. (2022). Spatial Autoregressive Model of Tuberculosis Cases in Central Java Province 2019. Cauchy: Jurnal Matematika Murni dan Aplikasi, 7(2), 240-248. doi:10.18860/ca.v7i2.13451

Downloads

Published

12-09-2023

How to Cite

Zebua, H. I. (2023). SPATIAL AUTOREGRESSIVE QUANTILE REGRESSION PADA KASUS TUBERKULOSIS DI KOTA BANDUNG. Journal of Analytical Research, Statistics and Computation, 2(2). https://doi.org/10.4590/jarsic.v2i2.24